Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan yang tidak normal. Lengkungan ini dapat terjadi di bagian mana saja dari tulang belakang.
Skoliosis lebih sering ditemukan pada anak-anak sebelum masa pubertas, yaitu sekitar usia 10-15 tahun.
Pengobatan skoliosis perlu segera dilakukan untuk menghindari tingkat keparahan yang lebih buruk lagi.
Tingkat Keparahan Skoliosis
Pengobatan skoliosis tergantung pada tingkat keparahan lengkungan tulang belakang.
- Skoliosis ringan (kurang dari 20 derajat) biasanya tidak memerlukan pengobatan. Namun, dokter akan memantau perkembangannya secara berkala.
- Skoliosis sedang (20-40 derajat) dapat diobati dengan menggunakan brace atau korset. Brace atau korset dapat membantu mencegah lengkungan tulang belakang semakin parah.
- Skoliosis berat (lebih dari 40 derajat) dapat diobati dengan operasi. Operasi dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang belakang dan mencegah terjadinya komplikasi.
Baca Juga : Apakah Skoliosis Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya
Pengobatan Skoliosis
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang masing-masing jenis pengobatan skoliosis:
- Pengobatan Tanpa Obat
Pemantauan
Jika lengkungan skoliosis masih ringan, dokter akan memantau perkembangannya secara berkala. Pemeriksaan biasanya dilakukan setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali.
Fisioterapi
Fisioterapi dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan fleksibilitas, sehingga dapat membantu mengurangi gejala skoliosis. Fisioterapis dapat mengajarkan berbagai latihan yang dapat dilakukan di rumah.
Olahraga
Olahraga yang teratur dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar tulang belakang. Olahraga yang disarankan untuk penderita skoliosis adalah olahraga yang tidak membebani tulang belakang, seperti berenang, bersepeda, dan yoga.
- Pengobatan dengan Obat
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan skoliosis. Namun, ada beberapa obat yang dapat membantu mengurangi gejala, seperti nyeri punggung dan kelelahan. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk penderita skoliosis antara lain:
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen
Obat pereda nyeri, seperti acetaminophen
Obat antidepresan, seperti duloxetine atau venlafaxin
- Pengobatan dengan Brace atau Korset
Brace atau korset adalah alat bantu yang dipasang di sekitar tulang belakang untuk membantu mencegah lengkungan tulang belakang semakin parah. Brace atau korset biasanya digunakan selama 23 jam sehari, dan dilepas hanya saat mandi atau berolahraga.
Brace atau korset dapat digunakan untuk mengobati skoliosis ringan hingga sedang. Efektivitas brace atau korset tergantung pada keparahan lengkungan tulang belakang, usia penderita, dan kepatuhan penderita dalam menggunakan brace atau korset.
- Pengobatan dengan Operasi
Operasi dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang belakang dan mencegah terjadinya komplikasi. Operasi skoliosis biasanya dilakukan pada penderita skoliosis berat (lebih dari 40 derajat).
Operasi skoliosis dapat dilakukan dengan berbagai metode, tergantung pada jenis lengkungan tulang belakang dan kondisi penderita. Beberapa metode operasi skoliosis yang umum digunakan antara lain:
Fusion, yaitu penyatuan dua atau lebih tulang belakang. Fusion dilakukan dengan menggunakan kawat, pen, atau pelat logam untuk menyatukan tulang belakang.
Derotation, yaitu rotasi tulang belakang untuk memperbaiki posisi tulang belakang. Derotation dapat dilakukan dengan menggunakan alat khusus, seperti distractor.
Lateral spinal fusion, yaitu fusi tulang belakang dari sisi samping. Lateral spinal fusion dilakukan dengan membuat sayatan di sisi samping tubuh untuk mengakses tulang belakang.
Operasi skoliosis memiliki risiko, seperti infeksi, pendarahan, dan kerusakan saraf. Namun, operasi dapat membantu memperbaiki posisi tulang belakang dan mencegah terjadinya komplikasi, seperti nyeri punggung, kesulitan bernapas, dan gangguan pada jantung dan paru-paru.
Jika Anda ingin berkonsultasi tentang skoliosis, Anda bisa menghubungi Gadjah Mada Orthopaedic Center pada nomor WA/Telpon kami :